Broken Window Theory
Have u ever stop and think, kenapa satu daerah lebih rawan kejahatan alias lebih nge-‘Bronx’ dibanding yg laen? Knp disatu daerah copet n rampoknya buanyak banget sementara tempat lain malah aman tenteram? Padahal itu daerah masih dalam satu kota dan letaknya ga terlalu berjauhan? Yah, katakanlah misalnya daerah Cicadas di Bdg…?
I recently stumbled into this very interesting theory, it is called ‘The Broken Window Theory’. Teorinya gw dapet dari buku ‘The Tipping Point’ by Malcolm Gladwell (itu lho, yg ngarang buku ‘Blink’..ini buku dia sebelum Blink).
Nah, menurut teori ini, kalau ada sebuah jendela pecah di sebuah gedung di sebuah lingkungan/neighborhood, dan dalam waktu lama jendela itu tidak kunjung diperbaiki, maka lambat laun orang-orang akan cenderung memecahkan lebih banyak lagi jendela. Kalau jendela2 pecah itu tidak kunjung diganti, orang akan semakin berbuat seenaknya di lingkungan tersebut. Kenapa? Karena jendela pecah itu merupakan tanda bahwa tidak ada orang yang peduli, artinya tidak ada ’order’ atau keteraturan di daerah tersebut. Lama2 jendela pecah itu merembet kemana-mana ; fasilitas umum dirusak, grafitti, vandalisme dimana-mana, sampai akhirnya pecahlah tingkat kriminalitas yang tinggi di neighborhood itu… hmmm sounds familiar, right?
Teori yang dikemukakan George L Kelling itu sudah terbukti kebenarannya di New York circa 80an, dimana ketika itu angka kriminalitas di Big apple tercatat sebagai yg tertingi dalam sejarah. Kejahatan paling parah terutama terjadi di subway-subway…nah, inilah bedanya orang bule sama kita.. mereka mulai menganalisa dan ternyata, entah kebetulan atau enggak, tingkat kejahatan subway paling parah ada di kereta2 yg paling jelek kondisinya ; jendela pada pecah, banyak grafitti, etc…
Kebetulan, kepala polisi subway NY pernah baca ttg teori Broken Window ini (kalo polisi kita pernah baca ga ya?)… so, dia pun mempraktekkan teori ini dengan tegas. Semua kereta subway musti diperbaiki! Semua kaca diganti, grafiti harus dibersihin, telepon umum, mesin pencetak tiket, lampu2, pokoknya semua fasilitas disubway musti dibagusin! Meskipun sempat dicela dan dikritik abis karena dianggap sinting (bayangin aja, yg jadi masalah disubway adalah preman, kok dia malah sibuk nge-cat?) si kepala polisi jalan terus…pokoknya, anak buahnya berdedikasi abis…begitu kereta yg udh dicat bersih tiba2 dicorat coret Pilox lagi, maka si kapten dan anak buahnya langsung nge-cat ulang…begituuu terus sampe akhirnya para Vandal itu bosen juga…(bayangin, udah begadang semaleman bikin gambar keren pake pilox di tembok, pas pagi2-nya itu tembok udah putih lagi!).
Jadilah subway NY itu mulai bersih, rapi dan ga kusem…Ajaib, meskipun tidak ada strategi atau kebijakan khusus buat nangkepin preman yg keluyuran di subway, tapi angka kejahatan di subway pelan2 berkurang, sampai akhirnya tahun 90an subway NY jadi salah satu yg teraman…
Karena sukses di subway, walikota NY, Rudy Giuliani, menerapkan metode yg sama buat ngebersihin daerah2 rawan kejahatan di NY, termasuk daerah Bronx yg terkenal itu…and he succeeded!!!
Nah..menurut para psikolog dan sosiolog…karena kondisi yg bersih, dan rapi itu, org2 lama2 jadi segan untuk ngerusak..kalo ngerusak jendela aja udah segan, apalagi bikin onar kan?
Gw jadi mikir, makin parahnya kejahatan di kota2 besar Indonesia, especially Jkt dan Bdg sangat bisa jadi relevan sama teori Broken Window ini… coba itung, berapa banyak telepon umum coin yang berfungsi disekitar kita? Atao liat itu sepanjang jl. Fatmawati, temboknya abis dicorat coret..ato liat metromini2 kita yg udah ga karuan bentuknya… kerusakan fasilitas umum adalah tanda tidak adanya keteraturan, tidak ada pihak authority… yang artinya, kita bisa berbuat seenaknya di tempat itu…
Contoh lain, kalo ada satu plastik bekas Chiki yang kita biarin di trotoar, ga lama kemudian pasti ada juga yg berani ikut2an buang puntung rokok disitu.. kita biarin lagi, lama2 orang gak segan buang apapun disitu… wah, pokoknya i am really fascinated by this theory…simple, yet make a lot of sense… I just hope Bapak2 yg punya kuasa juga menyempatkan waktu baca buku ini : The Tipping Point by Malcolm Gladwell…
(as for the book itself, ntar gw bahas trsendiri…it’s a great book, apalagi buat mereka yg kerja di Advertising…emang telat banget seeeh gw belinya, secara ini buku udah lama gituuh)
