bolorman

January 14, 2008

Iron Man

Filed under: Uncategorized - bolorman @ 11:25 pm

Finally,

My favourite superhero’s making it to the big screen…

Kalo ga salah, Mei atau Juni mendatang Iron Man bakal tayang di bioskop.

Teaser-teaser nya udah muncul, trailernya juga keren-keren. Jadi, wajar kalo gw berharap banyak sama film ini.

 

Buat yang belum tau, Iron Man itu nama aslinya Tony Starks. Jutawan sekaligus ilmuwan, pemilik Stark Industries yang memproduksi senjata dan bermacam-macamgadget lainnya. Kalo dalam versi komik, ceritanya pas lagi meninjau lapangan di Vietnam, pesawatnya jatuh dan dia jadi tawanan tentara Vietkong. Disitu, dia ditodong untuk membuat senjata buat Vietkong. Alih-alih bikin senjata dia malah bikin kostum Iron Man untuk melarikan diri. Nah, begitulah kurang lebih asal muasal Iron Man. Belakangan, Iron Man diperkenalkan Stark kepada publik sebagai bodyguardnya. Dalam menjalankan aksinya, Starks dibantu para asistennya, ada Pepper yang cantik dan Happy yang badannya gede.

 

Uniknya Iron Man adalah ceritanya yang sangat manusiawi. Mungkin sengaja buat mengimbangi sosoknya yang robotik. Tony Starks digambarkan sebagai seorang alkoholik sekaligus penderita penyakit jantung akut. Makanya, kostum Iron Man itu sekaligus juga berfungsi sebagai pacemaker buat jantungnya. Dalam setiap komiknya, selalu digambarkan perjuangan Tony mengatasi ketergantungannya terhadap alkohol.

 

Mudah-mudahan unsur humanis ini nantinya tidak terlalu kental ditampilkan dalam filmnya. Jangan sampe lah Iron Man jadi kayak Superman atau Hulk yang malah jadi kayak film Drama. So far, film yang paling sukses menggabungkan action dan drama secara berimbang mungkin Batman Begins ya?

 

Yang pasti, kalo liat dari teaser-teaser-nya, kostum Iron Man versi film sudah sangat keren lah. Mungkin ga bakalan banyak yang kecewa seperti waktu melihat kostum baru Superman yang huruf ’s’nya kekecilan dan warna celana dalamnya ketuaan, hehehe….

 

Yang lebih keren lagi, adalah pemilihan Robert Downey Jr sebagai Tony Stark. Soalnya, kehidupan pribadi Downey sama persis dengan Stark ; hidupnya berantakan gara-gara alkohol. Jadi, buat Downey tentunya gampang aja berakting jadi orang teler…. lha wong dianya sendiri juga mantan jago teler…

 

Kalo ga salah, Iron Man bakal premiere 2 Mei 2008.. look forward to it!

 

kevin carter

Filed under: Uncategorized - bolorman @ 7:41 am

Meskipun udah bertahun-tahun gw suka banget lagu Kevin carter-nya manic street preachers, baru belakangan ini tiba2 gw mikir.

‘kok liriknya ga make sense ya? Maksudnya apa tookh?’

so, I look up the name Kevin Carter, and it turns out that he is a pulitzer winner who committed suicide months after he received the prize…gara2nya? Dia ga tahan dihantui terus oleh foto yang menghantarkannya meraih Pulitzer itu…

 

ceritanya, si Kevin Carter ini (ga ada hubungan sodara sama Nick Carter backstreet boys ataupun Nick Carter agen rahasia cabul yg ada stensilannya…) adalah seorang fotografer dari Afrika Selatan (and he’s white, by the way…). Spesialisasinya : foto perang dan tawuran antar suku2 di Afrika. Dia ini tergolong fotografer nekad, dimana ada perang disitu dia datang. Bersama 3 temannya, mereka dijuluki sebagai ‘Bang Bang Club’…

si Kevin sendiri dijuluki sebagai ‘Kaffir-Boetie’. Dalam bahasa Afrika artinya ’Negro Lover’ lantaran hobinya emang bergaul sama tentara2 bayaran di afrika sono…

so,
one day Kevin & Co datang ke Sudan untuk meliput perang saudara di sana. Nah, waktu melewati sebuah desa yang sudah ditinggal penghuninya, dia mendengar suara rintihan.. ternyata itu suara anak perempuan kecil yang super kurus kering dan sedang merangkak, berusaha pergi ke tempat pembagian makanan. Ga lama kemudian, datang seekor burung bangkai (vulture) di dekat si anak kecil, dan ngikutin terus..as if si burung nunggu anak itu mati untuk kemudian di makan. Nah…momen mengenaskan itulah yang diabadikan sama si Kevin… foto itu kemudian dimuat dimana-mana,n jadi salah satu simbol kesengsaraan Afrika akibat perang dan bencana kelaparan…

ga berapa lama, kevin dapat hadiah pulitzer berkat karyanya itu…
fame & fortune pun tentunya datang dgn sendirinya…kevin mendadak jadi selebritis n dikelilingi banyak cewe2…
rupanya, jadi beken malah bikin ini orang stress… tapi yang paling bikin depresi adalah rasa bersalah karena meraih keuntungan dari penderitaan orang lain (si anak kecil tadi).. banyak orang juga menyindir etikanya. Bukannya nolongin atau ngegendong itu anak, eeehhh malah cuman motret…

tertekan rasa bersalah yang amat sangat dan juga stres karena tekanan fame & fortune itu, si kevin akhirnya bunuh diri di dekat kampung halamannya di Afsel. Caranya? Dia ambil selang, di tempelin ke knalpot mobil, terus dimasukin ke jendelanya n dikunci & diplester rapat2… so, pelan2 si fotografer pun modar-lah…

mirip kurt cobain kali ya? Stres gara2 beken…
here’s the lyrics to that excellent song ’Kevin Carter’ by Manic Street Preachers…

Hi time magazine hi pulitzer prize
Tribal scars in technicolor
Bang bang club ak 47 hour

Kevin carter

Hi time magazine hi pulitzer prize
Vulture stalked white piped lie forever
Wasted your life in black and white

Kevin carter x3

The elephant is so ugly he sleeps his head
Machetes his bed kevin carter kaffir lover forever
Click click click click click
Click himself under

Kevin carter x3

the perfect reason

Filed under: Uncategorized - bolorman @ 6:06 am

some people might wonder…
kenapa banyak orang kepengen punya anak?
kenapa banyak orang mau ‘bust their ass’ demi anak2nya?

Senadonat

kejadiannya sebenarnya udah lama,  gw n anak gw yg paling gede, sena, waktu itu dia baru 2,5 thn (he’s 3 years old now, btw) lagi santai-santai di depan tv. gw nonton sambil setengah baca koran, sambil tidur2an.. sena asik sendiri dgn mobil2an dan maenan2nya… ngoceh sendirian.. dipanggil pun ga menyahut saking asiknya…

nah.. trus gw ngambil counterpain, karena kaki gw emang sakit n pegel bgt..ntah kenapa…
sambil tiduran, counterpainnya gw olesin ke betis n lutut…
tiba-tiba, ditengah keasikannya, sena berhenti maen…ngeliatin bapaknya yg lagi ngolesin counterpain…
dia tanya :
"apa tu?"

gw jawab :
"obat, kaki papa sakit, ka"

n u know what?

he stopped playing, maennannya ditinggal…tanpa disuruh, nyamperin gw, trus..mijitin kaki gw, persis di bagian yg sakit.. terus, lutut gw dicium, pake bunyi segala .. "mmmmmuahhh".. trus, diusap-usap…

"dah, ga kit gi kan?"
(udah, ga sakit lagi kan?)

trus.. he kissed me right on the forehead…

just the perfect reason :)

Broken Window Theory

Filed under: Uncategorized - bolorman @ 5:42 am

Have u ever stop and think, kenapa satu daerah lebih rawan kejahatan alias lebih nge-‘Bronx’ dibanding yg laen? Knp disatu daerah copet n rampoknya buanyak banget sementara tempat lain malah aman tenteram? Padahal itu daerah masih dalam satu kota dan letaknya ga terlalu berjauhan? Yah, katakanlah misalnya daerah Cicadas di Bdg…?

 

I recently stumbled into this very interesting theory, it is called ‘The Broken Window Theory’. Teorinya gw dapet dari buku ‘The Tipping Point’ by Malcolm Gladwell (itu lho, yg ngarang buku ‘Blink’..ini buku dia sebelum Blink).

 

Nah, menurut teori ini, kalau ada sebuah jendela pecah di sebuah gedung di sebuah lingkungan/neighborhood, dan dalam waktu lama jendela itu tidak kunjung diperbaiki, maka lambat laun orang-orang akan cenderung memecahkan lebih banyak lagi jendela. Kalau jendela2 pecah itu tidak kunjung diganti, orang akan semakin berbuat seenaknya di lingkungan tersebut. Kenapa? Karena jendela pecah itu merupakan tanda bahwa tidak ada orang yang peduli, artinya tidak ada ’order’ atau keteraturan di daerah tersebut. Lama2 jendela pecah itu merembet kemana-mana ; fasilitas umum dirusak, grafitti, vandalisme dimana-mana, sampai akhirnya pecahlah tingkat kriminalitas yang tinggi di neighborhood itu… hmmm sounds familiar, right?

 

Teori yang dikemukakan George L Kelling itu sudah terbukti kebenarannya di New York circa 80an, dimana ketika itu angka kriminalitas di Big apple tercatat sebagai yg tertingi dalam sejarah. Kejahatan paling parah terutama terjadi di subway-subway…nah, inilah bedanya orang bule sama kita.. mereka mulai menganalisa dan ternyata, entah kebetulan atau enggak, tingkat kejahatan subway paling parah ada di kereta2 yg paling jelek kondisinya ; jendela pada pecah, banyak grafitti, etc…

 

Kebetulan, kepala polisi subway NY pernah baca ttg teori Broken Window ini (kalo polisi kita pernah baca ga ya?)… so, dia pun mempraktekkan teori ini dengan tegas. Semua kereta subway musti diperbaiki! Semua kaca diganti, grafiti harus dibersihin, telepon umum, mesin pencetak tiket, lampu2, pokoknya semua fasilitas disubway musti dibagusin! Meskipun sempat dicela dan dikritik abis karena dianggap sinting (bayangin aja, yg jadi masalah disubway adalah preman, kok dia malah sibuk nge-cat?) si kepala polisi jalan terus…pokoknya, anak buahnya berdedikasi abis…begitu kereta yg udh dicat bersih tiba2 dicorat coret Pilox lagi, maka si kapten dan anak buahnya langsung nge-cat ulang…begituuu terus sampe akhirnya para Vandal itu bosen juga…(bayangin, udah begadang semaleman bikin gambar keren pake pilox di tembok, pas pagi2-nya itu tembok udah putih lagi!).

 

Jadilah subway NY itu mulai bersih, rapi dan ga kusem…Ajaib, meskipun tidak ada strategi atau kebijakan khusus buat nangkepin preman yg keluyuran di subway, tapi angka kejahatan di subway pelan2 berkurang, sampai akhirnya tahun 90an subway NY jadi salah satu yg teraman…

 

Karena sukses di subway, walikota NY, Rudy Giuliani, menerapkan metode yg sama buat ngebersihin daerah2 rawan kejahatan di NY, termasuk daerah Bronx yg terkenal itu…and he succeeded!!!

 

Nah..menurut para psikolog dan sosiolog…karena kondisi yg bersih, dan rapi itu, org2 lama2 jadi segan untuk ngerusak..kalo ngerusak jendela aja udah segan, apalagi bikin onar kan?

Gw jadi mikir, makin parahnya kejahatan di kota2 besar Indonesia, especially Jkt dan Bdg sangat bisa jadi relevan sama teori Broken Window ini… coba itung, berapa banyak telepon umum coin yang berfungsi disekitar kita? Atao liat itu sepanjang jl. Fatmawati, temboknya abis dicorat coret..ato liat metromini2 kita yg udah ga karuan bentuknya… kerusakan fasilitas umum adalah tanda tidak adanya keteraturan, tidak ada pihak authority… yang artinya, kita bisa berbuat seenaknya di tempat itu…

 

Contoh lain, kalo ada satu plastik bekas Chiki yang kita biarin di trotoar, ga lama kemudian pasti ada juga yg berani ikut2an buang puntung rokok disitu.. kita biarin lagi, lama2 orang gak segan buang apapun disitu… wah, pokoknya i am really fascinated by this theory…simple, yet make a lot of sense… I just hope Bapak2 yg punya kuasa juga menyempatkan waktu baca buku ini : The Tipping Point by Malcolm Gladwell…

 

(as for the book itself, ntar gw bahas trsendiri…it’s a great book, apalagi buat mereka yg kerja di Advertising…emang telat banget seeeh gw belinya, secara ini buku udah lama gituuh)

 

 

 

Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Alex King